Senin, 07 Agustus 2017

Bahaya CAT ! Wajib diketahui UKM

Bahaya dari Jenis Cat
Dalam kaitan dengan cat, ada beberapa nama yang sering disebut-sebut, yaitu VOC, timbal, dan merkuri. Bahan apakah ini, dan mengapa digunakan oleh cat?

Cat, sebagai material yang berfungsi sebagai pelapis, memang dibuat dari bahan-bahan yang berbahaya bila kandungannya melebihi nilai ambang batas yang diperbolehkan. Salah satu bahan yang berbahaya adalah VOC (volatile organic compound) atau kandungan senyawa organik yang mudah menguap. Yang termasuk dalam kategori VOC di antaranya solvent dan tiner. VOC ditandai dengan bau, walaupun menurut Chandra Budiono dari Pacific Paint, cat yang tidak berbau belum tentu bebas VOC.
Mengapa Pakai Solvent?
Sejak pembuatan di pabrik, cat sudah menggunakan solvent atau pelarut. Solvent memegang peranan dalam pembentukan film yang baik. Solvent digunakan sebagai pencampur cat karena dengan takaran yang pas bisa membuat cat memiliki kekentalan yang juga pas. Ini membuat cat menjadi mudah diaduk, mudah diaplikasikan, dan cepat kering.
Namun solvent tidak ramah bagi lingkungan dan juga tidak ramah bagi kesehatan manusia. Polimerisasi (salah satu tahap dalam pembuatan cat) yang menggunakan teknologi terbaru memungkinkan proses pembuatan cat tidak membutuhkan solvent lagi.  Solvent yang ada dalam kandungan cat akan menguap setelah cat diaplikasikan. Setelah solvent menguap, cat akan mengering dan membentuk lapisan di permukaan benda. Karena itu cat yang sudah diaplikasikan pada dinding dan sudah mengering, sebenarnya sudah tidak lagi mengandung solvent.
Tapi gas atau uap yang dihasilkan tersebut membutuhkan waktu untuk benar-benar hilang dari udara di dalam ruang yang baru dicat. Uap solvent yang menyebar di udara ini bisa mencemari lingkungan dan menyebabkan gangguan kesehatan bila terhirup secara berlebihan.
Efek solvent bisa dirasakan secara instan ketika kita memasuki ruang yang mengandung gas akibat penguapan solvent. Secara instan, bahan ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan ringan seperti seperti mata pedas, kulit perih, gangguan saluran pernafasan, atau alergi. Sedangkan bila dihfirup dalam jangka waktu lama, bahan ini bisa menyebabkan kanker, kerusakan hati, dan gangguan sistem saraf.
Timbal dan Merkuri
Selain VOC, bahan berbahaya lainnya yang terkandung dalam cat adalah timbal dan merkuri. Menurut Shinta Iswandani Ameldy, Category Head PT IC Paints Indonesia timbal sering digunakan dalam campuran cat untuk menghasilkan warna-warna cerah.  Timbal ini terkandung di dalam pigmen, yaitu bahan untuk memberi warna pada cat. Menurut Chandra, cat warna kuning dan oranye memiliki kandungan timbal yang lebih tinggi dibandingkan warna-warna lain. Sementara menurut Aceng, biasanya penambahan timbal ini berlaku untuk cat minyak.
Seperti juga timbal, merkuri merupakan bahan logam berat yang ada dalam kandungan cat. Di dalam cat, merkuri salah satunya digunakan dalam campuran antijamur. Bila VOC berbahaya saat uapnya terhirup, merkuri dan timbal akan memberi efek buruk bila masuk ke dalam tubuh. Ini bisa terjadi apabila Anda atau anak Anda menyentuh dinding, serbuknya menempel di tangan Anda dan kemudian Anda memegang makanan tanpa mencuci tangan terlebih dulu.  Timbal bisa menyebabkan di antaranya gangguan sistem saraf dan organ reproduksi. Pada tubuh anak-anak, timbal yang melebihi ambang batas akan memengaruhi tingkat kecerdasan dan prilaku. Sedangkan merkuti bisa menyebabkan gangguan pada susunan saraf, otak dan ginjal. Lebih parah lagi, baik VOC, timbal maupun merkuri selain merusak tubuh kita juga merusak lingkungan.
Lalu apa saja bahayanya jika kita menghirup bau cat yang mengandung larutan tersebut?
Berikut 9 bahaya yang bisa ditimbulkan akibat menghirup bau cat bagi kesehatan tubuh.
1. Gangguan Pernapasan
Bahaya menghirup bau cat yang pertama adalah terjadinya gangguan pernapasan. Bau cat yang cukup menyengat dihasilkan oleh VOC. VOC tersebut hampir selalu ada di dalam bahan cat agar cat lebih mudah kering ketika diaplikasikan di dinding. Saat cat mengering, VOC menguap ke udara dan jika terhirup akan membuat pernapasan terganggu. Kondisi tersebut akan semakin parah apabila bau cat dihirup oleh orang-orang yang memiliki gangguan pernapasan.
2. Pusing
Selain gangguan pada sistem pernapasan, bahaya lain yang ditimbulkan akibat menghirup bau cat adalah pusing. Jika komponen VOC yang ada di udara terhirup ketika melakukan pernapasan tentu kadar oksigen yang dihirup ketika bernapas akan rendah. Akibatnya, suplai oksigen ke otak juga akan menurun. Kondisi itulah yang menyebabkan kepala menjadi pusing.
3. Mata Perih
Selain menyebabkan gangguan pernapasan dan kepala pusing, komponen VOC yang ada di udara juga bisa menyebabkan mata perih. Meskipun tidak terlihat, udara yang ada di sekitar tempat mengecat mengandung partikel VOC. Partikel tersebut ternyata tidak hanya berdampak langsung pada pernapasan dan juga rasa pusing saja. Biasanya, mata juga akan terasa perih karena iritasi yang ditimbulkan oleh VOC tersebut. Maka jangan heran jika orang-orang yang melakukan pengecatan tembok, kayu, dan lainnya biasanya menggunakan kaca mata untuk melindungi kornea mata mereka.
4. Iritasi pada Kulit
Selain iritasi pada mata, VOC yang menguap di udara juga bisa menyebabkan iritasi kulit. Kondisi semacam itu biasanya juga akan berdampak langsung pada orang-orang yang memiliki kulit sensitif dan juga memiliki reaksi alergi terhadap berbagai bahan kimia yang terkandung di dalam cat. Iritasi pada kulit juga bisa semakin parah apabila cat mengenai langsung pada permukaan kulit. Kandungan senyawa kimia yang ada pada cat bisa diserap oleh pori-pori kulit dan menyebabkan berbagai komplikasi.
5. Kanker
Dalam jangka panjang, bau cat yang terhirup juga bisa menyebabkan perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Kemunculan sel kanker di dalam tubuh tidak hanya disebabkan oleh partikel cat yang terhirup saja, tetapi juga disebabkan oleh menempelnya cat di kulit. Ketika cat menempel, partikel-partikel dan juga bahan kimia pada cat akan menyerap melalui pori-pori kulit dan menyebabkan komplikasi.
6. Kerusakan Fungsi Hati
Selain menyebabkan perkembangan sel kanker, partikel cat yang terhirup atau masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit juga bisa menyebabkan kerusakan fungsi hati. Partikel VOC yang masuk ke dalam tubuh akan mengikuti aliran darah dan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kerja hati semakin berat. Jika terjadi terus-menerus tentu kondisi tersebut akan memicu kerusakan fungsi hati.
7. Kerusakan Saraf
Partikel-partikel kimia pada cat juga bisa menyebabkan kerusakan saraf. Zat kimia yang paling mungkin menyebabkan kerusakan saraf tersebut adalah pigment. Pigment merupakan zat kimia yang berguna sebagai zat pewarna dan juga berguna menciptakan daya tutup pada cat. Contoh pigment cat yang paling sering digunakan pada cat adalah lead chromate yang sering digunakan untuk memberi warna hijau, kuning, dan merah pada cat. Jika mengenai kulit atau terhirup, zat kimia tersebut bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. Kondisi tersebut akan semakin berbahaya jika terjadi pada wanita yang sedang hamil. Jika ibu hamil menghirup bau cat, akan sangat beresiko bayi mengalami kerusakan sistem saraf.
(Baca juga: jenis kelainan saraf – kesehatan sistem saraf otak)
8. Penyakit Ginjal
Meskipun tergolong jarang, partikel zat kimia dalam cat juga bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Hal tersebut terjadi karena beberapa jenis cat mengandung bahan berbahaya seperti timbal dan merkuri. Kandungan timbal di dalam cat biasanya sangat tinggi terutama pada cat yang berwarna kuning dan oranye. Penambahan bahan timbal tersebut biasanya berlaku pada cat minyak. Dampak bahaya keracunan timbal bagi kesehatan tubuh manusia bisa beraneka ragam. Sementara itu, beberapa jenis cat juga mengandung merkuri. Merkuri berguna untuk mencegah munculnya jamur ketika cat diaplikasikan di tembok atau benda lainnya. Merkuri merupakan bahan logam berat yang sangat berbahaya apabila terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Bahaya merkuri akan ikut mengintai bagi Anda yang terlalu sering menghirup bau cat.
9. Keguguran
Selain beberapa bahaya yang telah disebabkan di atas, bau cat juga bisa berdampak buruk bagi ibu hamil, yakni meningkatkan resiko keguguran. Berbagai bahan kimia pada cat, seperti VOC, timbal, dan merkuri bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pada janin dan yang paling parah akan menyebabkan keguguran.
Itulah 9 bahaya yang bisa muncul akibat bau cat. Jika Anda melakukan renovasi rumah dengan mengecat maka sebaiknya Anda menggunakan pelindung tubuh secara optimal, seperti masker, kaca mata, dan juga pelindung kulit. Usahakan pula agar anak-anak, ibu hamil, dan juga orang-orang yang memiliki riwayat gangguan pernapasan seperti asma menjauh dari lingkungan pengecatan.
Masih berkaitan dengan artikel kami sebelumnya mengenai Lid cup menggunakan sablon dengan tehnik top print.
Sumber gambar : OLX.com
Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah proses penggulungan pada roll memang benar-benar dilakukan pada penguapan sempurna 100%, atau mungkin masih ada kadar kelembaban tertentu, adakah masih tersisa bau cat pada roll kemasan, apakah dapat dipastikan tidak ada migrasi material pada tiap tiap gulungan roll, Apakah ada jaminan dalam proses penyablonan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan (heginitas).  Hanya Tuhan dan Tukang Sablon yang tahu.

Sumber : www.kemasan.net

UKM Indonesia VS Perusahaan skala nasional/ Multinasional

VS jagung
Satu hal yang umumnya dapat dipastikan mengenai kemasan UKM adalah : Desain Grafis UKM umumnya sangat sederhana dan kurang menarik. bahkan beberapa UKM masih saja memberikan label pada kemasan produknya berupa label hasil FOTO COPY an. karena dinilai murah dan meriah, padahal jika kita tahu lebih banyak tentang kesehatan, tinta yang menempel di kertas, jika bermigrasi ke produk makanan, maka tinta tersebut akan menjadi pemicu kanker.
Kembali lagi ke desain grafis, karena keterbatasan kemampuan mendesain dan keterbatasan finansial (membayar desainer) menyebabkan UKM pada umumnya membuat label asal-asalan, padahal dewasa ini label adalah salah satu komponen dalam memasarkan suatu produk.
Label yang cantik dan menarik akan lebih disukai oleh pembeli. ditambah lagi penyampaian-penyampaian informasi yang akurat dan lengkap mengenai produk pada LABEL akan menambah keyakinan pembeli untuk mengkonsumsi produk dengan membelinya.
Dengan keterbatasan-keterbatasan ini, kami AA Packaging House Indonesia, ingin berpartisipasi untuk meningkatkan mutu kemasan UKM Indonesia dengan cara menyediakan tenaga untuk memberikan desain grafis untuk labelling secara GRATIS khusus untuk UKM Indonesia yang ingin mencetak stikernya di tempat kami. semoga dengan adanya perubahan-perubahan dan salah satunya adalah desain grafis yang cantik dan menarik, membuat calon pembeli semakin meningkat dan disertai juga dengan peningkatan pembelian dan pada akhirnya tercapai kesejahteraan UKM Indonesia.

Sumber : www.kemasan.net

The Power of colour

hijau
 
Masih segar dalam ingatan bahwa warna kuning memiliki perspektif yang mengarah ke idealisme, energi dan sportif. Kali ini kita mencoba membahas warna, yang sepertinya tidak pernah tidak kita lihat tiap hari, terutama yang bermukim di wilayah pedesaan. Warna apakah itu ... Benar … Hijau. Warna hijau melambangkan warna yang membumi, damai, hidup, muda, segar dan organik.
Warna hijau acapkali mengkomunikasikan hal yang dapat didaur ulang, diperbarui, alami dan ramah lingkungan. Hijau juga bisa melambangkan aksi, keberuntungan, kemakmuran dan UANG (dasar mata ijo hee...), selain itu juga dianggap sebagai warna yang paling sejuk dimata, membuat rileks dan ada kedamaian didalamnya.
Dilain pihak, hijau juga dapat melambangkan kecemburuan (green with envy). Berkaitan dengan rasa, para pedesain kemasan menggambarkan warna hijau sebagai mint, asam, apel atau jeruk nipis. Dan sepertinya dalam tahun-tahun terakhir, warna hijau intens dan acap kali digunakan sebagai dampak kesadaran masyarakat untuk kembali ke alam “Back to Nature”. Dalam lingkungan pemasaran yang kompetitif, warna hijau semakin banyak dipakai dalam desain kemasan untuk menandakan produk yang bermanfaat untuk kesehatan.

Sumber : www.kemasan.net

Jenis Plastik yang sering digunakan UMK

Hampir-hampir ditiap-tiap rumah kita menyimpan plastik jenis PET atau PETE, mulai dari minuman ringan atau bekas minuman ringan yang kita pakai sebagai botol air mineral yang kita simpan di dalam lemari es, karena bentuknya yang ringkas, ringan dan enak dipandang.  begitu pula di dapur kita sebagai pengemas botol saos tomat atau saos lombok, bahkan di kamar mandi kitapun juga tak luput dari botol plastik ini.
Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET)juga dikenal sebagai plastik #1, merupakan plastik yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Tidak mengherankan, ini merupakan plastik yang paling banyak didaur-ulang, terutama botol air kemasan yang mengerikan itu. PET lahir pada tahun 1973, dan pertama kali di daur-ulang tahun 1977 – Masih terngiang the Bee Gees bernyanyi, “More than plastic, More than plastic to me.” Tahun 2005, rata-rata rumah tangga di Amerika menggunakan lebih dari 20 kilo plastik jenis ini, ini memang terlalu banyak.
Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
PET adalah singkatan dari polyethylene terephthalate – merupakan resin polyester yang tahan lama, kuat, ringan dan mudah dibentuk ketika panas. kepekatannya adalah sekitar 1,35 – 1,38 gram/cc, ini membuatnya kokoh, rumus molekulnya adalah (-CO-C6H5-CO-O-CH2-CH2-O-)n.
Digunakan untuk apa saja?
PET dapat ditemukan pada botol air, botol soda, botol jus, botol minyak goreng, tempat pindakas, kemasan makanan, botol dressing salad, dan bahkan cangkir gerai kopi kenamaan yang ada di mana-mana itu.
Dapatkah itu di daur-ulang setempat?
Di berbagai tempat, disediakan tempat-tempat untuk mendaur-ulang plastik jenis ini, bahkan mereka menjemputnya di tempat untuk kemudian setelah terkumpul mereka bawa ke tempat daur-ulang.
Apa pentingnya hal ini?
Kita tidak bisa mengurangi konsumsi kita secara berarti atau memakai ulang botol-botol bekas, upaya terakhir kita adalah dengan mendaur-ulangnya. Menyingkirkan benda-benda ini dari tanah merupakan jalan termudah mengurangi jejak karbon kita, karena ada begitu banyak botol yang dibuang ketempat sampah. Pada tahun 2006, Amerika mengkonsumsi lebih dari 60 milyar botol minuman PET tetapi hanya mendaur ulang 10 milyar saja. Konsumsi semakin meningkat, sedangkan tingkat pendaur-ulangan semakin menurun, kita tidak bisa berbuat lebih baik. Juga, PET dapat digunakan untuk membuat berbagai macam kemasan, termasuk produk baru berbahan PET, baik untuk produk makanan ataupun bukan seperti bahan kain, sepatu, koper, karpet, rak, panel pintu dan banyak lagi.
Disadur dari tulisan Chad Norman yang diposting  di  http://www.gogreencharleston.org/  18 September, 2007.
KEMASAN FLEKSIBEL (FLEXIBLE PACKAGING)
Kemasan yang terbuat dari bahan plastik lentur, bisa dipadukan dengan bahan lain seperti aluminium foil (ALU), metalizing, kertas, dan jenis plastik lain serta dapat dicetak dan direkatkan.
Kemasan ini berusaha menggabungkan beberapa material kemasan dengan tujuan untuk mendapatkan keunggulan dari tiap tiap jenis material kemasan, sehingga tercipta jenis kemasan yang sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap produk yang ingin dikemas
SIFAT KHAS KEMASAN FLEKSIBEL
  1. Fleksibel, mampu mengikuti bentuk produk yang dikemas.
  2. Dapat direkatkan (seal), mudah dibuka, higienis, mudah diketahui isinya, dan bisa dicetak penuh warna tanpa mempengaruhi atau merubah isi produk.
  3. Mudah penyimpanannya, bisa dilipat, dan hemat tempat.
  4. Unik.
Kemasan fleksibel termasuk jenis kemasan multi layer. Karena terdiri dari beberapa lapisan bahan kemasan yang memiliki fungsi melindungi terhadap kontaminasi cahaya secara langsung dan kontaminasi udara serta uap air yang dapat merubah rasa dan daya tahan produk. Lapisan lain berfungsi media yang dapat dicetak.
Berikut contoh penggunaan spec pada kemasan fleksibel packaging :
http://kemasan.net/j2/images/spec-FP.png" width="895" height="560" border="0">
MATERIAL KEMASAN FLEKSIBEL, terbagi menjadi 4 yang di sesuaikan dengan fungsinya,
1. Material untuk printing / main substrate
2. Material untuk barrier
3. Material untuk heat seal
4. Material untuk melekatkan material – material di atas termasuk adhesive
http://kemasan.net/j2/images/material01.png" width="920" height="670" border="0">
Spesifikasi Kemasan Flexible ditentukan oleh :
1.  Jenis Isi
2.  Mesin Pengisi
3.  Berat Isi
4.  “Shelf Life” (masa sampai kadaluwarsa)
5.  Harga Jual
6.  Peredaran, Distribusi, dan Cara Penjualan
7.  Keinginan Khusus seperti, mudah disobek, bisa ditutup kembali, bisa berdiri, dll.
 http://kemasan.net/j2/images/material02.png" width="897" height="521" border="0">
kurang lebih itu sedikit ulasan mengenai flexible packaging
Terima kasih juga kepada MAS DANI, yang sedikit banyak berbagi mengenai Ilmu-nya sehingga bisa kita SHARING ke UKM di Indonesia.  semoga yang sedikit ini dari kami dapat memberi warna kemasan di Negeri Tercinta ini
SALAM KEMASAN

Sumber : www.kemasan.net

RGB vs CMYK

1
     Dalam dunia desain ada 2 macam unsur warna yaitu CMYK dan RGB. Apa persamaan dan perbedaan antara kedua type warna tersebut dan apa hubungannya dalam desain grafis. Mari kita telusuri lebih jauh detil dan keunggulan serta kekurangan keduanya agar kita lebih paham mana yang harus kita gunakan waktu mendesain.
Warna CMYK = Warna Proses / Empat Warna
rgb-cmyk-when-where
    Dalam dunia desain ada 2 macam unsur warna yaitu CMYK dan RGB. Apa persamaan dan perbedaan antara kedua type warna tersebut dan apa hubungannya dalam desain grafis. Mari kita telusuri lebih jauh detil dan keunggulan serta kekurangan keduanya agar kita lebih paham mana yang harus kita gunakan waktu mendesain.
  1. Warna CMYK = Warna Proses / Empat Warna
Ø  CMYK adalah singkatan dari Cyan-Magenta-Yellow-blacK dan biasanya juga sering disebut sebagai warna proses atau empat warna.CMYK adalah sebuah model warna berbasis pengurangan sebagian gelombang cahaya (substractive color model) dan yang umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna.  Jadi untuk mereproduksi gambar sehingga dapat dicapai hasil yang (relative) sempurna dibutuhkan sedikitnya 4 Tinta yaitu: Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Keempat tinta tersebut disebut Tinta / Warna Proses. Tinta Proses adalah tinta yang dipergunakan untuk mereproduksi warna dengan proses teknik cetak tertentu, seperti offset lithography, rotogravure, letterpress atau sablon.  Berbeda dengan Tinta yang hanya digunakan satu lapisan (single layer), karena tinta yang digunakan dapat ditumpuk-tumpuk, maka sifat tinta proses harus memenuhi standard tertentu, seperti spesifikasi warna (dalam model warna CIELab) dan nilai Opacity/Transparency.
Ø  Kesalahan warna dalam penumpukan 2 macam tinta tersebut disebut: Ink Trapping Error (berbeda dengan Layout Trapping Error).(ISO 2846-1 hingga ISO 2846-5 adalah standar yang ditetapkan oleh badan standarisasi international terhadap warna dan nilai transparency dari tinta proses 4 warna CMYK masing-masing untuk proses pencetakan: Sheet-fed and heat-set web offset lithographic printing, Coldset offset lithographic printing, Publication gravure printing, Screen printing dan Flexographic printing.
Ø  Teknik separasi saat ini sudah berkembang; Penggunaan 4 tinta proses masih dominan, tapi metode menambah warna tinta cetak berkembang pesat. Teknologi HiFi Color dikembangkan beberapa pihak antara lain Pantone mengembangkan Proses Hexachrome dan Opaltone. Pada teknik Digital Inkjet Printing, perkembangan Warna Proses sedemikian pesatnya, hal ini didorong lantaran karena masalah teknis (kecilnya nozzle dalam printing head), maupun persaingan untuk menghadirkan reproduksi warna yang sempurna (sesuai dengan target pasar yang dituju), ada tinta-tinta seperti: Light Magenta, Light Cyan, Grey, Matt Black, Orange dan Green dll. Jadi Empat Warna adalah spesifik untuk penyebutan proses pewarnaan dengan menggunakan CMYK.
Hasil gambar untuk cmyk
Warna RGB
    RGB adalah singkatan dari Red – Blue – Green adalah model warna pencahayaan (additive color mode) dipakai untuk “input devices” seperti scanner maupun “output devices” seperti display monitor, warna-warna primernya (Red, Blue, Green) tergantung pada teknologi alat yang dipakai seperti CCD atau PMT pada scanner atau digital camera, CRT atau LCD pada display monitor.
    Apabila (Red – Blue – Green) ketiga warna tersebut dikombinasikan maka terciptalah warna putih inilah mengapa RGB disebut ‘additive color’ atau bahasa kerennya ‘warna pencahayaan’.  Warna RGB merupakan prinsip warna yang digunakan oleh media elektronik seperti televisi, monitor komputer, dan juga scanner. Oleh karena itu, warna yang ditampilkan RGB selalu terang dan menyenangkan, karena memang di setting untuk display monitor, bukan untuk cetak, sehingga lebih leluasa dalam bermain warna. Tapi bukan berarti RGB bebas masalah karena tampilan warna RGB akan selalu terikat dengan kapasitas/kemampuan grafis computer yang menyandangnya. Jadi apabila komputer yang kita pakai mempunyai graphic card yang bagus serta monitor LCD, maka tampilan warna RGBnya akan jauh lebih bagus dibanding monitor tabung dengan graphic card yang biasa-biasa saja.
Berikut Persamaan dan Perbedaan RGB dan CMYK
+ Persamaan
RGB dan CMYK itu sama-sama warna primer.
+ Perbedaan
RGBCMYK
  •  Red Green Blue (merah, hijau, biru)
  •  RGB merupakan warna-warna primer yang digunakan pada monitor
  •  Jadi RGB lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media layar monitor
  •  Jika warna RGB di campur semua, akan menghasilkan warna putih
  •  Cyan Magenta Yellow Black (orang awam bilang biru, merah, kuning dan hitam )
  •  CMYK merupakan warna-warna primer yang paling banyak digunakan pada printer
  •   CMYK lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media cetak
  •  Jika warna CMY di campur semua, akan menghasilkan warna hitam
Kesimpulan :
+ Untuk hasil terbaik pencetakan :
– Gunakan warna CMYK
– Kenali semua karakteristik perangkat anda (scanner, printer, monitor dll) dengan baik.
+ Untuk desain web dan desain grafis (output monitor)
– Gunakan warna RGB
– Biasakan mengerjakan dalam ruang cahaya yang terkontrol. mengerjakan disain pada siang dan malam hari juga menghasilkan perbedaan warna yang berbeda (terutama untuk RGB).
Dengan warna RGB maka tampilan warna akan lebih kaya dan menarik. Namun apabila berhubungan dengan dunia percetakan / menggunakan mesin cetak maka gunakanlah warna CMYK karena mesin cetak menggunakan medium film yang sangat terbatas dalam mencerna warna. Namun juga memiliki keunggulan karena mesin cetak berhubungan dengan mass production (produksi dalam jumlah yang besar) jadi lebih efisien dan hemat uang & waktu.
Oleh karena itu pasti ada penurunan kualitas / grade apabila warna RGB dipaksakan masuk film / Percetakan (perubahan warnanya bisa besar). Tapi kalau seandainya sudah buat FA (Final Artwork) untuk cetak tapi dalam color mode RGB maka bisa konversi saja dulu ke CMYK, tapi jangan kaget dengan perubahan warnanya. Jadi berhati-hatilah dengan color mode yang digunakan dalam sebuah desain. Tentukan dulu apakah untuk cetak atau untuk display dan Check dengan hati-hati final artworknya agar tidak terjadi kesalahan.
Hasil gambar untuk cmyk
  1. Model Warna CMYK .
CMYK (adalah kependekan dari cyan, magenta, yellow-kuning, dan black-hitam, dan biasanya juga sering disebut sebagai ‘warna proses‘ atau ‘empat warna‘). CMYK adalah sebuah model warna berbasis pengurangan sebagian gelombang cahaya (substractive color model) dan yang umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Istilah CMYK juga biasanya digunakan untuk menjelaskan proses pencetakan itu sendiri. Meskipun terdapat beberapa methode pencetakan yang diterapkan pada percetakan, operator cetak, pembuat mesin cetak dan urutan penintaan, proses pewarnaan umumnya berurutan sesuai dengan singkatannya, yaitu CMYK..
Bagaimana hubungan RGB – CMYK
Secara teori sebenarnya model warna CMY (tanpa Black – Hitam) adalah kebalikan secara langsung dari model warna RGB, dalam hal ini bisa ditarik analogi fungsi konversi sederhana seperti:
fungsi [r,g,b] = cmy2rgb (c,m,y) r = 1.0 – c;g = 1.0 – m; b = 1.0 – y;
Namun faktanya, model warna RGB yang banyak dijumpai dalam metode reproduksi warna alat-alat optik, seperti Camera Digital, Layar Monitor atau Pemindai Warna sangat tergantung pada komponen alat; sedangkan model Warna CMY(+K) tergantung pada parameter proses pencetakan, baik teknologi pencetakan maupun bahan-bahan materi cetak dan tinta yang dipergunakan. Kedua model warna tersebut memiliki ketergantungan dalam memvisualkan warna. Oleh karena itu tidak ada rumusan yang sederhana dalam mengkonversi warna RGB ke CMYK atau kebalikannya.
Seperti: fungsi [r,g,b] = cmyk2rgb (c,m,y,k) r = 1.0 – (c+k); g = 1.0 – (m+k);
b = 1.0 – (y+k);
Membandingkan peralatan optik RGB seperti layar monitor dengan hasil cetak CMYK sangatlah sulit (lihat inset: perbandingan model warna RGB dan CMYK), karena baik komponen peralatan maupun pigmen (zat warna) tinta berbeda sekali. Meskipun tidak ada rumusan yang sederhana untuk mengkonversi RGB ke dalam model warna CMYK namun banyak yang berusaha mengimplementasikan proses konversi tersebut diatas. Proses ini biasa disebut dengan Color Management System. Dengan memanfaatkan profil warna (color profile) sebuah aplikasi software menghitung dan mengkonversi kedua data model tersebut.
Mengapa CMYK bukan CMY 
Teori Penyerapan Warna (Substractive Color Model) mengatakan bahwa Cyan akan meyerap gelombang cahaya Red-Merah, Magenta akan menyerap gelombang cahaya Green-Hijau dan Yellow akan menyerap gelombang cahaya Blue – Biru adalah utopia semata.dalam penerapannya mustahil didapatkan tinta-tinta tersebut diatas yang murni dapat menyerap seluruh gelombang cahaya yang seharusnya diserap. Oleh karena itu suka atau tidak suka ada saja sebagian gelombang cahaya yang tidak diinginkan (Unwanted Color) yang masih dipantulkan sehingga membuat kesalahan warna atau sering disebut hue error.Meskipun ketiga tinta primer tersebut (CMY) masing-masing memantulkan gelombang cahaya warna yang tidak diinginkan, tapi porsinya berbeda, tinta Cyan memantulkan cahaya Merah yang lebih besar dibandingkan dengan cahaya Green – Hijau yang dipantulkan oleh tinta Magenta demikian juga cahaya Biru oleh tinta Yellow.
Setelah kita menyadari bahwa penumpukan ketiga warna CMY masih memantulkan sedikit cahaya.Oleh karena itu dalam proses pencetakan ditambahkan warna Black – Hitam sebagai warna ke-4, agar reproduksi warna dapat menghasilkan kepekatan warna hitam yang diinginkan. (Lihat komentar: Mungkin karena fungsi inilah warna ke-4 tersebut sering kali disebut Key, karena tinta blacK merupakan kunci agar cetakan dapat menghasilkan warna pekat sekali)lihat juga artikel di wikipedia“Benefits of using black ink” di CMYK.silakan lihat seputar GCR dan Grey Balance

Hasil gambar untuk cmy vs cmyk
Warna Proses / Empat Warna
Jadi untuk mereproduksi gambar sehingga dapat dicapai hasil yang (relative) sempurna dibutuhkan sedikitnya 4 Tinta yaitu: Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Keempat tinta tersebut disebut Tinta / Warna Proses. Tinta Proses adalah tinta yang dipergunakan untuk mereproduksi warna dengan proses teknik cetak tertentu, seperti offset lithography, rotogravure, letterpress atau sablon. Berbeda dengan Tinta yang hanya digunakan satu lapisan (single layer), karena tinta yang digunakan dapat ditumpuk-tumpuk, maka sifat tinta proses harus memenuhi standard tertentu, seperti spesifikasi warna (dalam model warna CIELab) dan nilai Opaqcity/Transparency. Kesalahan warna dalam penumpukan 2 macam tinta tersebut disebut: Ink Trapping Error (berbeda dengan Layout Trapping Error). (ISO 2846-1 hingga ISO 2846-5 adalah standar yang ditetapkan oleh badan standarisasi international terhadap warna dan nilai transparency dari tinta proses 4 warna CMYK masing-masing untuk proses pencetakan: Sheet-fed and heat-set web offset lithographic printing, Coldset offset lithographic printing, Publication gravure printing, Screen printing dan Flexographic printing. Lihat: perbedaan Standar Warna di industri grafika ISO 2846 dan ISO 12647) Teknik separasi saat ini sudah berkembang; Penggunaan 4 tinta proses masih dominan, tapi metode menambah warna tinta cetak berkembang pesat. Teknologi HiFi Color dikembangkan beberapa pihak antara lain Pantone mengembangkan Proses Hexachrome dan Opaltone. Pada teknik Digital Inkjet Printing, perkembangan Warna Proses sedemikian pesatnya, hal ini didorong lantaran karena masalah teknis (kecilnya nozzle dalam printing head), maupun persaingan untuk menghadirkan reproduksi warna yang sempurna (sesuai dengan target pasar yang dituju), ada tinta-tinta seperti: Light Magenta, Light Cyan, Grey, Matt Black, Orange dan Green dll. Jadi Empat Warna adalah spesifik untuk penyebutan proses pewarnaan dengan menggunakan CMYK.
Singkatan Key untuk K dalam CMYK & Komentar artikel Cyan Magenta Yellow Key di wikipedia bahasa Indonesia
Melihat perkembangan penggunaan warna hitam – Black dalam separasi warna seperti yang dijelaskan diatas memberikan sedikit makna pentingnya warna hitam dalam separasi 4 warna.
Karena tinta Hitam tidak mempunyai nuansa warna (undefined hue), maka warna hitam baik dipakai untuk mencampur separasi gambar tidak mengubah nuansa warna. Tinta Hitam hanya berfungsi untuk memperkeruh warna atau orang awam akan melihat gambar menjadi lebih gelap.
Mungkin karena inilah singkatan K dalam CMYK menjadi Key bukan blacK.
Padahal vendor alat pemindai warna terdahulu seperti Dr. Hell, Crosfield dan Dainippon Screen menggunakan singkatan K (atau kadang kala: Bk) pada panel kontrol warna untuk menghindari salah
Sebut dengan Blue – Biru. Bagi saya pengertian Key malah mengaburkan makna dan fungsi warna Hitam pada proses reproduksi warna.
Mengomentari adanya artikel Cyan Magenta Yellow Key di wikipedia bahasa Indonesia saya jadi bingung karena Key tidak ada hubungan dengan warna maupun nama warna yang biasa dikenal (lihat: Daftar Warna di Wikipedia). Tapi apabila kita buka halaman Key pada definisi utama halaman model warna CMYK versi Inggris, maka redirected ke Keyline (dalam ruang lingkup keyline design –> design grafis. Keyline adalah garis-garis yang dipergunakan baik sebagai sketsa awal maupun penegasan akhir dalam merancang design yang biasanya menggunakan warna Hitam). Makna Key menjadi rancu lagi, karena sebelumnya Key yang terjemahan lepas adalah Kunci disebutkan merupakan kunci dari teori separasi warna.copy artikel tersebut:
Cyan Magenta Yellow Key, atau sering disingkat sebagai CMYK adalah proses pencampuran pigmen yang lazim digunakan percetakan. Tinta process cyan, process magenta, process yellow, process black dicampurkan dengan komposisi tertentu dan akurat sehingga menghasilkan warna tepat seperti yang diinginkan. Bahkan bila suatu saat diperlukan, warna ini dengan mudah bisa dibentuk kembali.Sistem CMYK juga digunakan oleh banyak printer kelas bawah karena keekonomisannya.
Penulisan Warna dalam Model Warna CMYK
Sebuah warna dalam model warna CMYK dituliskan dalam beberapa bentuk, seperti:
CMYK(c,m,y,k) atau Cc Mm Yy Kk, dimana c,m,y,k masing-masing memiliki domai 0 ~ 100, seperti Schoolbus yellow = CMYK(0,15,95,0) atau C0 M15 Y100 K0 artinya warna Schoolbus Yellow mempunyai komposisi dalam model warna CMYK sebagai berikut: tinta Magenta 15% ditambah/ditumpuk dengan tinta Yellow 95%.
Perkembangan separasi terakhir simbol dan dengan huruf kecil juga dipakai untuk menyebutkan Warna Light Cyan dan Light Magenta. (Jadi mohon dibedakan antara Nama warna dan Nilai komponen warna).
Warna Primer, Sekunder dan Tersier (definisi yang perlu dikaji ulang, mengingat hitam / black tidak mempunyai fungsi mengubah nilai jenis warna…)
Warna Primer dalam model warna CMYK adalah semua warna yang komposisi hanya terdiri dari 1 macam warna, seperti CMYK (100,0,0,0) atau CMYK     (0,50,0,0) atau CMYK (0,0,0,20).
Warna Sekunder dalam model warna CMYK adalah semua warna yang komposisinya menggunakan campuran 2 (dua) macam tinta proses, seperti CMYK     (100,70,0,0), CMYK (0,100,100,0).
Sedangkan Warna Tersier dalam model warna CMYK adalah semua warna yang komposisinya terdiri dari 3 (tiga) macam) warna proses.
                                                  
                                                  
                                                                        

Sumber : www.kemasan.net

KEMASAN KEKINIAN

 
   Belum lama saya menulis artikel trend kemasan dunia, kini trendnya sudah melanda di negeri tercinta ini, personalisasi kemasan atau kemasan “gue banget”, mau ngga mau suka ngga suka akan menjadi trend kemasan dalam tempo yang amat singkat. Singkat cerita Lays dengan kemasan senyuman telah merambah di seluruh penjuru negeri, ada yang pake kumis, ada juga yang pake lipstik, ada yang cantik ada yang manis… banyak sekali pilihan
lays-smile
   Mana yang mendekati dengan kepribadian anda, dan Lay’s adalah hanya salah satu contoh terbaru dalam design kemasan kekinian. Yang jelas di negara luar sana, kemasan semacam ini banyak kita temui
   Kembali ke UKM Indonesia, mengapa UKM ??? sebab AA Packaging House dibesarkan dan diperuntukkan hanya kepada UKM, sehingga kita memiliki semboyan Grow to Serve. UKM Indonesia kedepan akan lebih tangguh dan lebih lincah jika bisa menerapkan trend kemasan kekinian ini…. KOK BISA, yaa ….. kok bisa yaa,….. Jawabannya adalah UKM memang kecil, dengan kecilnya/ rampingnya usaha dan struktur organisasi, maka kecepatan dalam proses pengambilan keputusan juga cepat. Seiring perubahan trend kemasan dunia, harusnya UKM bisa dengan cepat merespon kesempatan yang menurut saya akan lebih susah diikuti oleh perusahaan besar. Kesempatan ini juga diiringi oleh jeniusnya desain maupun tema yang dipilih sehingga
menjadi kemasan UKM yang KEKINIAN.
   Terlepas dari mau atau tidaknya UKM dalam merespon kemasan kekinian ini, sukses dan tidaknya suatu usaha ada ditangan pemilik usaha tersebut. Kalo saat ini hanya saling menunggu dan berdebat mana yang lebih dulu antara “telur dan ayam”, UKM sono.. no tuch… sudah makan ayam bakar dan telur ceplok… Sementara kita masih membahas mengenai sejarah “telur dan ayam”. Sudahlah… yang mau maju … ayoo maju, biar kita menjadi Inspirasi UKM / Pengusaha yang lain. Sedang yang mau tinggal …. monggo kita tidak memaksa.rio-brazil
   Pemenang hanya fokus pada kemenangan, sementara pecundang hanya fokus pada pemenang, so sahabat bagaimana dengan anda…????, fokus pada kemenangan atau fokus pada pemenang…. semua ditangan anda
   Salam Hormat kami
Sumber : www.kemasan.net

Sedikit Motivasi “Rahasia Burung Elang”


     Sore kemarin saya kedatangan seorang teman, yaah teman lama, teman semasa SMA.  singkat cerita dia adalah seorang motivator, setelah ngobrol sana ngobrol sini, sharinglah saya ke beliau mengenai kehidupan dan berbagai zona kehidupan, kita mengobrol mengenai zona nyaman dan segala aspek yang berkaitan dengan zona nyaman tersebut.  ternyata kemapanan yang kita dapatkan saat ini sebenarnya adalah titik balik dari prestasi kita,  artinya, jika kita terlalu menikmati kenyamanan yang kita miliki, dapat disimpulkan kita akan menuju jurang kegagalan dimasa yang akan datang.  ingat kasus Nikoa, Kodak, dll dan yang paling akhir adalah kasus “Yahoo”
     Singkat cerita lagi nih ceritanya, beliau membahas tentang rahasia burung elang yang konon katanya bisa berumur sangat panjang, setara dengan umur manusia yang cukup tua yaitu 70 tahun! Subhanallah. Yang menarik dari burung elang ini adalah bukan (hanya) umurnya yang tergolong sangat panjang untuk ukuran binatang, tetapi lebih dari itu adalah apa yang telah dilakukan oleh burung elang untuk dapat hidup sepanjang itu.
     Ada yang meneliti, katanya burung elang ini memiliki suatu titik penting dalam hidupnya yang menentukan apakah burung elang ini dapat hidup terus sampai umur tujuh puluh tahun atau mati, dan titik penting itu muncul pada fase hidup burung elang di umur 40 tahun (Nabi  Muhammad SAW mulai menjadi rasul di umur 40 tahun juga…).
     Kondisi tubuh burung elang di umur 40 tahun ini adalah masa-masa dimana seekor elang berada pada titik terendah dari sisi daya hidup (biologis). Paruhnya tua, melengkung panjang dengan ukuran yang tidak sama atas dan bawahnya, yang konsekuensinya tentu si burung akan sulit menggunakan paruhnya untuk mematuk2 makanan. Bulu-bulu yang ada di sayap nya pun sudah menebal dan berat sehingga sulit untuk digunakan terbang tinggi. Dan kuku-kuku kakinya yang biasanya menjadi senjata utama untuk mencengkeram mangsanya sudah kaku sehingga sangat sulit untuk dipakai mencengkeram. Dengan kondisi ini semua burung elang berada di simpang jalan, mau tetap  hidup atau membiarkan kematian datang mendekat begitu saja tanpa daya. Dengan kekuasaan Allah, si burung elang ini memiliki naluri untuk mempertahankan hidupnya semaksimal mungkin, dan apakah yang akan dilakukan oleh burung elang ini?
     Tahap pertama yang akan dilakukan burung elang ini adalah mencari tempat yang tertinggi. Burung ini banyak tinggal di daerah gurun, maka si burung akan mencari gunung atau bukit-bukit berbatu. Meskipun kondisi nya hanya bisa berjalan serta meloncat-loncat, si burung akan tetap berusaha untuk mencapai puncak tertinggi.
     Tahap kedua setelah di sampai di suatu puncak maka dia akan mulai dengan membentur-benturkan paruhnya (yang sudah tua) ke batu-batu yang keras, dengan maksud apa? Supaya paruh tersebut hancur tak bersisa. Paruh yang selama 40 tahun menempel di mulutnya tersebut karena fungsinya yang telah hilang secara naluriah oleh si burung elang ini dihancurkan dengan harapan akan tumbuh paruh baru yang lebih muda, kuat dan fungsional. Tentunya sangat menyakitkan menghancurkan paruh sendiri ….Setelah hancur paruh tersebut si burung berhari-hari akan menunggu sampai paruh baru tumbuh. Tentu selama masa menunggu tersebut si burung tidak dapat makan sebagaimana biasanya, tetapi demi tercapainya tujuan yang lebih baik si burung rela dengan kondisi tersebut.
     Tahap ketiga setelah si burung elang berhari-hari menjalani masa penuh penderitaan, akhirnya tumbuhlah paruhnya yang baru, lebih muda dan kuat. Paruh ini akan digunakan oleh si burung elang untuk mencabik-cabik kuku-kuku/cakar kakinya yang sudah kaku…Bisa anda bayangkan betapa sakitnya…setelah semuanya selesai kembali si burung elang menunggu berhari-hari sampai tumbuh kuku-kuku/cakar yang kokoh dan kuat. Apakah setelah itu selesai pekerjaan si burung?  Tidak! masih ada satu tahapan lagi yang harus dilalui oleh si burung elang, apakah itu?
     Yaitu si burung akan mulai mencabuti satu-persatu bulu-bulunya yang menempel di sayapnya, yang telah mendampinginya selama 40 tahun ! Tentunya ini juga merupakan pekerjaan yang sangat menyakitkan bagi si burung. Sampai akhirnya setelah semuanya selesai (dan ini bisa mencapai waktu berbulan-bulan) jadilah si burung elang ‘lahir’ kembali dengan perangkat-perangkat hidup yang lebih kuat: paruh yang tajam, cakar yang kokoh kuat serta sayap dengan bulu-bulunya yang baru. Selesai tahapan penempaan bagi burung ini mulailah si burung elang dapat menjalani hidupnya sampai 30 tahun lagi.
Apakah hikmah yang bisa diambil dari kisah burung elang ini bagi kita?
Masihkah anda nyaman dengan zona nyaman yang anda nikmati hari ini, jawabannya bepulang kepada diri kita sendiri ?????
Semoga Bermanfaat

Bahaya CAT ! Wajib diketahui UKM

Bahaya CAT ! Wajib diketahui UKM Bahaya dari Jenis Cat Dalam kaitan dengan cat, ada beberapa nama yang sering disebut-sebut, yaitu VOC...